Monday, February 06, 2012

Prajab III/II/2012

Terlalu indah untuk dikenang, terlalu sayang untuk dilupakan, itulah perasaan yang bisa dirasakan,selama hampir kurang 21 hari bersama ditempa di Badan Diklat Sasana Widya Praja,Srondol Semarang

Beribu asa, cita dan cinta terangkai dalam sebuah untaian kisah yang tak kan terlupa sepanjang masa, diawali dari olahraga pagi kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran hingga petang, dan diakhiri tugas baca hingga apel malam; dengan jadwal yang cukup ketat tersebut tak ayal fikiran, fisik dan tenaga cukup banyak terkuras,

Sasana Widyapraja diibaratkan sebagai kawah candradimuka dalam epos Mahabrata,seperti halnya Gatotkaca dicerita tersebut ditempa dengan penuh disiplin untuk menjadi ksatria yang mumpuni, demikian pula dengan para CPNS dari seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Jawa Tengah, selama 21 hari di gembleng fisik, fikiran, serta sikap dengan penuh disiplin sehingga diharapkan setelah selesai diklat, para peserta dapat mengamalkan materi yang telah diajarkan


bersambung....

bersambung

Friday, June 17, 2011

halo pa kabar?wuah lama skali gak menengok dan menyentuhmu....ya, tak dapat dipungkiri kesibukan , maraknya facebook dan socmed lainya telah mengalihkan perhatianku kepadamu....

tepatnya lebih dari 538 hari ya...untungnya hubungan ku dengan dirimu hanyalah perasaan saling suka, dan yang ku suka darimu, engkau tak menuntut apapun dariku termasuk komitmen dan kesetiaan.

okey lah to the point aja, ijinkan aq menyentuhmu kembali setidaknya untuk hari ini.

Saturday, December 26, 2009


SANG PEMIMPI The MOVIE

Orang macem kite nih harus bisa bermimpi, kalo tak bermimpi kite kan mati”...(Arai)


inilah memang film yang sudah aq tunggu di Tahun 2009 , bahkan udah 2 kali nonton, dalam situasi dan kondisi berbeda, pertama saat primiere, kedua saat down,pada waktu priemiere bersamaku ada sekitar puluhan orang Belitong asli, dengan berbagai umur, yang kebetulan berada semarang, sengaja untuk nonton film ini sebagai wujud, kebanggaan dan apreasi cukup tinggi karena mengangkat daerahnya menjadi sebuah film,dan meskipun udah ku tonton film ini namun tetap tidak kan jemu dan tetap membuatku mengharu biru,karena banyak nilai filosofis yang di coba untuk di visualiasikan di film ini


sang pemimpi merupakan adaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama karya Andrea Hirata, dan merupakan Sekuel dari Tetralogi Laskar Pelangi, film ini bercerita tentang Arai, Ikal, dan Jimbron, kala merantau melanjutkan SMA di Manggar ,bermimpi dan berusaha untuk dapat melanjutkan sekolah hingga Perancis, di tengah keterbatasan dimilikinya, cerita tersebut menjadi semakin menarik karena di bumbui oleh kisah khas remaja mengenai pencarian jadi diri, cinta, dan pubertas seperti kisah bagaimana Arai berusaha menundukan hati zakiyah nurmala, dan JImbron berusaha membuat tersenyum laksmi yang telah kehilangan senyumnya setelah kejadian pahit yang di alaminya

Riri Reza sang sutradara dan tim mampu mengadaptasi novel tersebut dengan sangat Baik, dengan mengubah alur cerita namun tak mempengaruhi inti crita di novel tersebut,plot dengan cukup lambat ,diselinggi haru,tawa & canda, serta nuansa budaya melayu yang kental dan syarat akan nilai-nilai moral & filosofis, menjadikan film ini menjadi cukup terpuji dan menjadi oase di tengah langkanya film indonesia yang lebih mementingkan aspek komersial dibanding nilai-nilai moral sehingga terjebak pada cerita berkisar misteri ,humor "saru", sensasional "dewasa"

dengan didukung aktor-aktor kawakan seperti Mathias Muchus,Lukman Sardi,Landung Simatupang, Yayu Amru, Rieke Diah Pitaloka, ditambah penampilan spesial Jay wijayanto, Nugie,dan Ariel dipadu dengan aktor Lokal Rendi Ahmad, Azwir firianto, Vikri Setiawan membuat film berdurasi 128 menit ini semakin berisi

secara umum film ini baik untuk di tonton apalagi bagi yang sedang down atau yang mencoba mencari jadidirinya, meski alur cukup lambat, dan beberapa gambar terkesan di ulangi, dan moment di novel yang aslinya cukup mengharu biru kurang maksimal di visualisasikan, serta potongan-potongan film yang agak sedikit melompat-lompat, mungkin akan menyebabkan bagi yang belum membaca novelnya akan kesulitan memahami maksud gambar tersebut, namun demikian film ini mampu merekontruksi novel dengan membuat visualisasi yang lebih mudah dicerna dan dipahami di padu nuansa kental budaya melayu, bahkan aq harus memberikan jempol kepada penampilan khusus Bang Zaitun yang di perankan Komposer handal Jay Wijayanto yang melantunkan rentak 106 (pak ketipung) dan Arai yang diperankan oleh Rendi Ahmad melalui lantunan Fatwa Pujangga ketika "menembak' Zakiyah Nurmala,sehingga tak salah apabila Andrea Hirata meski agak lebay, memuji film ini lebih baik dari novelnya, dan 3 kali lebih baik dari Laskar Pelangi

dan jujur film ini mampu kembali membuat membangkitkan semangat setelah sempat down sebentar, untuk tetap trus bermimpi dan trus bersemangat menjalani perjalanan hidup ini yang penuh liku dan tanjakan terjal, walau sesungguhnya mimpi tersebut telah pudar, namun harapan dan asa selalu ada tentunya seperti kata ikal "saya bersyukur karena memiliki keluarga dan teman-teman yang bisa memaafkan kesalahan dan slalu membantu untuk mewujudkan mimpi tersebut".

So Akhir kata, Indonesia perlu banyak memproduksi film semacam ini guna perbaikan mental & karakter serta mempertahankan budaya Indonesia yang sudah banyak tercerabut di tengah jaman globalisasi ini, jawabanya kembali berpulang kepada kita para penonton & para sineas,serta stake holder lainya.




Tuesday, November 17, 2009



Mizan Productions yang sukses menghadirkan Laskar Pelangi dan Garuda di Dadaku bekerja sama dengan Smaradhana Pro meluncurkan Emak Ingin Naik Haji, sebuah film drama religi yang mengangkat berbagai nilai kehidupan: kegigihan, ketulusan, kasih sayang, semangat berbagi, berserah diri, dan berbagai nilai indah lainnya yang mungkin saja terlupakan oleh sebagian besar dari kita. dan film ini hadir di tengah kehausan sebagian msayarakat yang terlalu jenuh film indonesia yang mengumbar cerita misteri dan humor seputar sekwilda serta bupati (baca esek-esek) serta drama bertele ala sinetron

Emak Ingin Naik Haji bercerita tentang Emak adalah seorang janda yang ditinggal mati suami dan anak sulungnya, berhasrat besar pergi beribadah haji. Kondisi ekonomi yang hanya bergantung pada penghasilan membuat kue apem dan pekerjaan Zen yang menjual lukisan keliling, membuat impian itu jauh dari kenyataan. Namun, emak terus gigih menabung seperak demi seperak.

Lima jengkal dari gubuknya yang reot, berdiri megah rumah saudagar kapal Haji Sa'un (Didi Petet). Mereka sekeluarga berencana Umroh untuk keenam kalinya. Tiap kepergian mereka, sebelumnya diadakan selamatan mewah mengundang para tetangga. Tiap itu pula Emak kecipratan order bikin kue apem.

Di lain kisah, ada Pak Joko, seorang pengusaha yang berambisi menjadi wali kota. Untuk meraih simpati penduduk, ia membutuhkan titel haji di depan namanya. "Pemilih di daerah sana mayoritas muslim kental, Pak, jadi kalau haji, lebih meyakinkan," kata sang sekretaris (diperankan Cut Memey).

Walaupun Emak tahu bahwa naik haji adalah salah satu hal yang mungkin sulit diraih, tetapi Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak tersebut, juga berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Apakah ada jalan bagi Emak agar keinginannya terwujud?

Aditya Gumay menyuguhkan tiga perbandingan perihal motivasi masing-masing orang pergi ke Tanah Suci. Keluarga saudagar yang melaksanakan haji sebagai rutinitas, emak yang sungguh rindu Rumah Allah, dan si pengusaha yang cuma butuh gelar.

Film ini disutradarai oleh Aditya Gumay yang mengadaptasi sebuah cerpen berjudul sama yang ditulis oleh Asma Nadia

menonton film ini, ingatanku teringat dialog beberapa minggu lalu, ketika berbincang2 dengan my mom, beliau memaparkan harapan2nya setidaknya dalam 1-2 tahun mendatang, diharapkan adik2 ku lulus belajar dan kamu menikah, trus ibu akan konstenstrasi ibadah sehingga bisa naik haji dan mengurus cucu"

hal tersebut merupakan harapan yang lazim bagi seorang muslim, karena Haji adalah salah satu rukun Islam, dan di kerjakan apabila Mampu, film tersebut setidaknya merefleksikan sebuah harapan keluarga muslim terkhusus ibu dan anaknya untuk dapat memenuhi panggilan ke tanah suci ,

film ini sering disandingkan dengan le grand voyage karya ismael faroukhi, yang mengisahkan interaksi orang tua dan anak yang berbeda kultur untuk melakukan perjalanan ke tanah suci, demikian juga di film bagaimana seorang anak turut berupaya mewujudkan keinginan emaknya,meski cobaan slalu hadir menghalanginya

meskipun jalan cerita relatif datar, namun kaya akan makna dan nilai positif, sehingga film ini layak mendapat pujian

figur emak seperti figur my mom dan ibu2 lainya, dengan uang tabungan yang masih jauh dari cukup, untuk dapat berhaji, namun punya niatan dan tekad yang tulus meski berbenturan dengan realita demikian sebagaimana di ungkapkan oleh emak dalam film itu "kalaupun emak tidak nyampe kesana , namun ALLAH SWT tahu hati emak sudah ada disana"

semoga my mom dapat mewujudkan harapan tersebut,kalaupun tidak dalam waktu dekat ini, minimal ada tekad dan keinginan, ibarat naek haji sperti kita di bank, kita tinggal tunggu panggilan, kapan giliran kita bertemu dengan cs atau tellernya,begitu juga dengan haji,niat udah ada,tinggal nunggu panggilan, trus ndaftar dech, shingga suatu hari nanti kita dapat mengkumandangkan Labaik Allahuma labaik di tanah suci yang tentunya merupakan harapan sluruh muslim di muka bumi ini.....amien

Saturday, June 27, 2009

I 'LL BE THERE
by : Jackson five


You and I must make a pact, we must bring salvation back
Where there is love, I'll be there

I'll reach out my hand to you, I'll have faith in all you do
Just call my name and I'll be there

I'll be there to comfort you,
Build my world of dreams around you, I'm so glad that I found you
I'll be there with a love that's strong
I'll be your strength, I'll keep holding on

Let me fill your heart with joy and laughter
Togetherness, well that's all I'm after
Whenever you need me, I'll be there
I'll be there to protect you, with an unselfish love that respects you
Just call my name and I'll be there

If you should ever find someone new, I know he'd better be good to you
'Cause if he doesn't, I'll be there
Don't you know, baby, yeah yeah
I'll be there, I'll be there, just call my name, I'll be there

(Just look over your shoulders, honey - oo)

I'll be there, I'll be there, whenever you need me, I'll be there
Don't you know, baby, yeah yeah

I'll be there, I'll be there, just call my name, I'll be there...

Friday, June 19, 2009

KETIKA CINTA BERTASBIH
ON THE MOVIE

Akhirnya datang juga kesempatan untuk nonton KCB beserta rekan2, film tersebut memang film yang aku tunggu-tunggu, di angkat dari Novel populer Karya Habibburahman El Shirazy yang mampu menohok relung hatiku karena novel tersebut menceritakan tentang Azzam tokoh utama dalam mencari kehidupan dan pasangan hidup, dimana tokoh azzam mempunyai situasi dan kondisi yang mirip denganku

yang menjadi pentanyaan akankah visualisasi novel tersebut begitu menyentuh seperti novelnya, dengan mengambil sebagaian besar lokasi di Mesir, Choerul Umam & team,berusaha membuat & mempertahankan alur & plot sebagaimana novelnya, tidak seperti biasanya film yang diambil dari novel hanya adaptasi yang kemudian di modifikasi seperti Laskar Pelangi ataupun Ayat-Ayat Cinta

ehm..film tersebut layak mendapat pujian, sebagaimana novel-novel kang abik yang mengemas cerita dibingkai oleh nilai-nilai tuntunan religi, cukup mampu di visualisasikan dengan baik, oleh choerul Umam keindahan Alexandria,Al azhar dan Mesir yang menjadi latar film, didukung oleh aksi dari aktor debutan hasil audisi Kholidi (azzam), Oki (anna) ataupun Alice Norrin (eliana) dll dan diselingi dengan adegan ataupun dialog yang mampu membuat tertawa para penonton, membuat film tersebut yang berdurasi kurang lebih 2 jam, menjadi tidak monoton dan cukup menarik

satu hal yang cukup menganggu di film ini adalah tulisan To be continued yang kemudian diteruskan dengan cuplikan-cuplikan adegan sambungan film ini sepereti layaknya sinetron, bagi yang sudah membaca novelnya mungkin hal tersebut cukup mahfum karena Novelnya terdiri dari 2 seri, yakni kehidupan azzam di mesir di KCB 1, dan KCB 2 menggabarkan Azzam setelah pulang ke Indonesia, yang apabila di filmkan mungkin bisa nyampe 4-5 jam, bagi yang belum membaca novelnya tentunya akan cukup kecewa karena film yang ditonton rupanya bersambung......

selain itu adalah mahfum apabila film ini yang berbiaya besar di danai pula oleh sponsor seperti produk perbankan atau motor, namun penampilan produk di film ini terkesan cenderung di paksakan dan tidak soft, sehingga cukup menggangu

namun selebihnya film ini juga mampu menohok relung hatiku seperti novelnya, apalagi didukung dengan soundtrack karya melly


Bertuturlah cinta mengucap satu nama
Seindah goresan sabda-Mu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih mengutus hati ini
Ku sandarkan hidup dan matiku pada-Mu

Bisikkan doaku dalam butiran tasbih
Ku panjatkan pintaku padaMu Maha Cinta
Sudah diubun-ubun cinta mengusik rasa
Tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit

Ketika cinta bertasbih nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta

Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta
Ketika cinta bertasbih


membuat hatiku berhari-hari limbung dan berefleksi tentang kehidupanku khususnya pencarian cita & cinta.................,

film ini layak mendapat point 8 dari 10 point tertinggi, dan ditunggu KCB 2 yang entah kapan di launching.....:)